Musim panas, Sochi, Russia

Ketika desiran ombak pada sebuah negeri nan jauh, mengukir sebuah senyuman.

Salah satu pusat keramaian di Sochi, Russia

Menikmati kesegaran udara musim panas di tengah keramaian kota.

Museum of Art, Sochi, Russia

Menikmati keelokan maha karya peninggalan para seniman

Menikmati kebersamaan dengan anak-anak di summer camp

Memperkenalkan Indonesia ke anak-anak di Rusia

Bangunan yang indah di pusat kota Moscow, Russia

Menikmati keindahan bangunan di tengah dinginnya musim panas di Moscow, Russia

Sunday, November 16, 2014

Gagal BIkin Gelang

Bangun tidur, rasanya masih asing sama keadaan di sekitar. Mata dan jiwa raga masih perlu penyesuaian dengan tempat yang baru di camp ini. Terutama perut yang masih perlu penyesuaian sama bubur kismis, roti tawar mentega, sup kubis bawang yang kuahnya merah, nasi merah yang nggak kayak nasi merah, nasi putih yang rasanya nggak kayak nasi, dan berbagai macam makanan ajaib lainnya yang disediakan tiga kali sehari. Mau nggak mau, kalo mau makan gratis di camp, ya begitu semua makanannya. Tapi kayak yang udah pernah aku bilangin di previous post, makanan yang bisa masuk perut itu, perlu proses untuk cocok-cocokan sama lidah. Jadi, nikmati saja prosesnya.